Syukur!

Kata apa yang selalu kau ucapkan ketika kau ‘sedih’ dan ‘jatuh’?
Tentunya, kau pasti berkali-kali mengucapkan nama ‘Tuhan’
Disana, Kau mengadu, kau berkeluh kesah kepadanya, dan bertanya.
Mengapa?
Kenapa?

Apakah kalimat ‘Tuhan’ akan selalu kau ucapkan ketika kau ‘bahagia’ dan ‘bangkit’?
Mungkin pada awalnya kau akan mengucapkan namaNya
Tapi, selnajutnya Kau akan membanggakan ‘dirimu’ dan ‘pencapaianmu’
Dan melupakan unsur ‘Tuhan’ disana.

Manusia itu memang penuh kebingungan.
Ketika sedih kau menyebut “Tuhan” tanpa hentinya
Ketika kau senang bahkan sering kali kau tidak sedikitpun
mengingat nama “Tuhan”, bahkan mengaku-ngaku bahwa itu semua
buah dari hasil perjuanganmu.

Lantas, dimana Tuhanmu?
Dimana kau posisikan penciptanmu?
Mengapa kau hanya menyebut Tuhanmu berkali-kali ketika kau
“sedih”, dan sering kali hanya sekali menyebut nama
“Tuhan” ketika senang?

Bersyukurlah!!

The Plan

Sahabat, siapa yang tidak menginginkan punya sahabat? Apalagi jika jalinan sahabat itu bertahan lama. Bukan bermaksud sombong, tetapi itulah sahabat-sahabat yang ku punya.

Aku mempunyai tiga orang sahabat, mereka adalah Rossa, Ridho, dan Yella. Pertama kali kami berjumpa di sekolah menengah atas, pertemanan kami terus berlanjut hingga sekarang, saat kami sudah bekerja.

Hari ini kami berencana untuk sekedar , tempatnya diapartemenku.

“Septian!!, mana ini makanannya?” Tanya Ridho.

“Kau ini, hanya makanan saja yang diurusin, coba bantu-bantu sini di dapur” Protes Yella. “Kalian yakin membiarkanku masuk ke dapur?” Tanya Ridho, ia berdiri hendak bergerak ke dapur.

“Tangkap ini!!” Ucapku.

Dengan sigap Ridho menangkap barang yang ku lempar.

“Cocacola ?!” Tanggap Ridho, kurang setuju.

“Kamu minum saja dulu itu, jangan menggangu urusan dapur, kita ingin makan enakkan hari ini?” Kataku.

“Baiklah!!” Jawab Ridho, ia kembali duduk di kursinya.

Rossapun datang ke ruang televisi, ia membawa mangkuk besar.

“Kau bisa bertahan dulu dengan…

View original post 337 more words

Nafsu Makan di bulan Puasa

Celoteh Tak Berujung
Kumpulan Tulisan Iseng dari Si Penyair

Apa yang paling susah dilawan ketika bulan puasa? Menurut saya mengontrol nafsu makan saat sahur dan buka, tidak jarang kita mendengar kawan kita berkata bahwa berat badannya naik saat bulan puasa, mengherankan bukan? Kenaikan berat badan ini merupakan hasil dari salahnya pola makan saat sahur dan buka.

Santap sahur dan berbuka sebaiknya tidak disikapi dengan berlebihan, makan secukupnya merupakan strategi yang lebih bijak dibandingkan dengan makan berlebihan. Ingat, bahwa tubuh memiliki lemak sebagai cadangan energi saat kita tidak makan, selain itu seseorang juga tidak akan mati hanya karena tidak makan selama 12 jam.

“Berhentilah makan sebelum kenyang, dan makanlah setelah lapar
Kita mungkin sering mendengar kata-kata diatas, kata-kata ini merupakan anjuran untuk makan tidak secara berlebih.

Dahulu, saya pernah mencoba metode diet ‘OCD’, sebuah metode diet yang dipopulerkan oleh Dedy Corbuzer. Pada intinya, metode ini membatasi jam dimana seseorang boleh makan, saya mencoba metode OCD, dimana saya meimilih hanya punya waktu 4 jam sehari untuk makan, sisanya hanya minum air putih. (Saya hanya makan dari jam 12.00 – 16.00).

Apakah saya merasa lapar?
Percayakah saya tidak merasa lapar sama sekali ketika pagi hari, saya baru merasa lapar menjelang jam makan saya, berbeda ketika saya makan normal (sarapan, makan siang dan makan malam), saya segera merasa lapar ketika saya melewatkan sarapan saya.

Dari pengalaman saya, saya mengambil kesimpulan bahwa ternyata makan berlebihan justru menimbulkan rasa lapar yang lebih sering. Sepertinya tubuh mudah kecanduan ‘gula’ dari makanan yang dikonsumsi yang menyebabkan tubuh sepertinya menjadi ‘malas’ untuk mencari alternatif penambah ‘gula’ yang berada di dalam tubuh (menggunakan lemak tubuh). Tubuh mencari cara termudah dan tidak repot untuk mendapatkan ‘gula’ tersebut, yaitu sumber ‘gula’ dari luar (makanan), buat apa repot-repot untuk membuang cadangan energi dalam tubuh ketika ‘tubuh’ bisa mendapatkan ‘gula’ dari konsumsi makanan.

Jadi, kunci untuk menjaga berat badan tidak bulan puasa adalah mengatur konsumsi makanan disaat berbuka dan sahur. Jangan terburu-buru oleh nafsumu, bisa jadi, orang-orang yang berlebihan dalam sahur dan berbuka juga termasuk orang yang hanya mendapatkan lapar dan haus dalam berpuasa karena mereka tidak bisa menahan nafsu mereka.

Selamat berpuasa, semoga kebaikan selalu anda dapatkan di bulan mulia ini!

Mix Radio, Radio Digitalku!

Celoteh Tak Berujung
Kumpulan Tulisan Iseng dari Si Penyair

Mix Radio, mungkin buat para pengguna LINE sering mendapatkan promo dari aplikasi ini. Mix Radio adalah produk terbaru dari LINE Corporation, LINE membeli Mix Radio dari Microsoft, sedangkan Microsoft mendapatkannya ketika mereka membeli divisi ponsel Nokia.

Apa sebenarnya Mix Radio itu?
Mix Radio merupakan aplikasi streaming music, disini kamu bisa merancang sendiri mau seperti apa playlist yang ingin kamu dengarkan. Selain itu, kamu bisa menggunakan layanan offlinenya, hanya cukup dengan mendownload playlist yang sudah kamu buat.

Mix Radio juga didukung oleh music-music director yang berpengalaman, sehingga kamu tidak akan bosan Mix yang kamu buat, music director juga akan memasukan rekomendasi-rekomendasi mereka di playlist kamu berdasarkan favorite musician yang kamu pilih. Jadi lagu yang akan kamu dengar tidak hanya dari band-band yang kamu suka, tetapi juga ada rekomendasi berdasarkan genre band tersebut.

Aplikasi ini sungguh menyenangkan, menawarkan cara baru dalam mendengarkan musik. Selain itu, buat para ‘pemburu musisi’, hal ini menyenangkan, karena kamu bisa mendapatkan rekomendasi musisi-musisi baru sesuai dengan preferensi yang kamu sukai.

Tapi tidak hal menyenangkan, setelah di beli oleh LINE, Mix Radio tidak menyediakan fitur pembelian lagu. Hal ini sangat disayangkan, padahal fitur tersebut sangat memudahkan dan praktis buat saya yang senang untuk mengoleksi lagu-lagu original, tinggal klik saja, kita sudah mendownload lagu yang kita suka (anti pembajakan).

Sebagai pengguna OS Windows Phone, saya agak khawatir dengan perkembangan dari Mix Radio. Saya berharap LINE tidak akan lupa dan pelit untuk memperbaharui aplikasi Mix Radio di OS WP, dan saya juga berharap banyak bahwa fitur pembelian lagu bisa diaktifkan kembali

MIX RADIO!!

Angkot Suzuki Carry 1.0 yang Kesempitan

Celoteh Tak Berujung
Kumpulan Tulisan Iseng dari Si Penyair

Angkutan umum banyak jenisnya, yang paling kita kenal adalah Commuter Line, sebuah angkutan umum berbasis rel, sedangkan untuk angkutan umum berbasis jalan raya kita mengenal adanya TransJakarta, Metromini, Koasi, Angkot, Bus Mayasari Bakti.

Di Kota Bekasi, seperti halnya kota-kota lain di Indonesia memiliki angkutan umum kecil (angkot, koasi, atau apapun sebutannya) yang berbasis kendaraan minibus. Angkot yang sering saya tumpangi menggunakan ‘Suzuki Carry 1.0’ yang bagian kabin penumpangnya sudah dimodifikasi agar memuat penumpang sejumlah sepuluh orang.

“6-4…6-4”
Itulah teriakan yang sering terdengar dari timer-timer di tempat mangkal angkutan umum kecil. Angka-angka itu berarti, “Mohon bantuannya kepada penumpang agar kursi disisi sebelah kanan diisi enam orang, sedangkan sisi sebelah kiri diisi empat orang.”. Total penumpang? Jika ditambah penumpang di kursi tambahan dan disamping supir jumlah total penumpang menjadi empat belas orang.

Luar biasa memang yang namanya angkot, tetapi masih seringkah kalian melihat angkot full seperti itu? Rasanya tidak, dari pengalaman saya kebanyakan angkot-angkot itu sekarang hanya bisa diisi penumpang dengan formasi ‘5-3’.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia mendorong peningkatan kesejateraan masyarakatnya, salah satu dampak negatifnya adalah semakin banyak masyarakat Jabodetabek yang semakin ‘subur’ (baca:gemuk), sehingga menyita volume di dalam kabin kendaraan. Masalahnya adalah angkot-angkot sekarang ini banyak yang berusia tua, sehingga dimensi dan volume mobil tersebut tidak sesuai dengan rata-rata volume tubuh masyarakat Jabodetabek yang semakin membesar.

Masalah itu terutama dirasakan angkot-angkot yang menggunakan mobil berjenis ‘Suzuki Carry 1.0’, sedangkan untuk angkot yang menggunakan mobil berjenis ‘Kijang kapsul’, atau jenis lainnya masih tertolong karena memiliki dimensi yang lebih besar dibandingkan angkot tersebut.

Akibatnya, daya angkut angkot menjadi tidak maksimal berefek kepada pendapatan supir angkot yang tidak maksimal pula. Mungkin itulah alasan perusahaan penerbangan di USA (maaf OOT) yang mewajibkan seseorang yang overweight  untuk membayar dua tiket penerbangan. Mungkinkah peraturan itu diberlakukan disini untuk penumpang angkot? (silakan jawab sendiri).

Isyarat lain yang bisa kita tangkap adalah tidak banyaknya usaha untuk melakukan revitalisasi kepada mobil-mobil tersebut, mungkin karena margin usaha dari angkutan umum ini kecil serta banyaknya hambatan dalam masalah perizinan.

Semoga saja, para pengusaha angkot (yang didukung dengan subsidi dari pemerintah) bisa melakukan peremajaan angkutannya, sehingga menambah kenyamanan masyarakat dalam menggunakan angkutan umum. Serta, semoga masyarakat Jabodetabek mulai memikirkan untuk mengurangi masa tubuhnya, karena overweight menjadi pintu gerbang ke beragam penyakit.

Salam Sehat!!

Bandara Soeta, Dekat atau Jauh?!

Celoteh Tak Berujung
Kumpulan Tulisan Iseng dari Si Penyair

Menuju bandara itu bukan perkara mudah di Jakarta, karena menuju bandara hanya memiliki satu cara yaitu melalui jalan tol, kondisinya juga tidak mudah ditebak, kadang macet kadang tidak, kalau sedang kosong mungkin kita bisa sampai di bandara dalam waktu satu jam, jika sedang macet tiga jampun mungkin.

Dahulu, bahkan ada kasus yang lebih parah lagi, yaitu banjir yang membuat akses ke bandara putus total. Coba bayangkan, satu-satunya jalan menuju bandara bisa terkena banjir yang memutus aksesnya, untungnya sekarang ini pihak pengelola tol sudah mengatisipasinya dengan membangun lajur baru yang lebih tinggi dibandingkan lajur lama.

Ada sih jalan lain menuju bandara, tetapi jalan itu memutar dan melewati daerah-daerah pinggiran kota, jika kau bukan warga yang tinggal di Tanggerang, besar sekali kemungkinan kau akan tersesat ketika mencoba jalan itu.

Bandara udara merupakan pintu gerbang internasional sebuah negara, sudah menjadi sebuah keharusan akses menuju dari/ke bandara tersedia dengan baik, tetapi kondisi itu belum terwujud di Indonesia ini. Pola pembangunan transportasi di Indonesia lebih menitikberatkan pembangunan jalan yang nantinya akan diisi oleh mobil pribadi (Bukan Kendaraan Umum!!!), pembangunan transportasi publikpun kurang direncanakan dengan baik, buktinya? Lihat saja total penjualan kendaraan roda empat dan roda dua di Jabodetabek, sangatlah tinggi bukan?

Pembangunan kereta bandara masih dalam tahap persiapaan, direncanakan proyek itu akan selesai di tahun 2018 atau 2019, oleh karena itu masyarakat Indonesia masih harus mengandalkan penggunaan mobil/bus/taksi untuk menjangkau bandara.

Bandara Soeta, mungkin kau terhitung dekat di atas kertas, tetapi kenyataan, ketika kami melakukan perjalanan kesana, kau terasa begitu jauh.

“Saya lebih suka mengantri”

Celoteh Tak Berujung
Kumpulan Tulisan Iseng dari Si Penyair

Kita saya bertanya kepada anda, apa yang biasanya anda lihat ketika baru saja keluar atau hendak masuk ke stasiun kereta api di hari kerja? Kalau saya melakukan survei, pasti jawaban terbanyak adalah antrian penumpang di loket tiket harian berjaminan, wajarkah itu?

Pemandangan itu sebenarnya membuat saya terganggu, bukannya PT KAI telah menyediakan tiket langganan serta bekerja sama dengan bank-bank besar untuk mengintegrasi layanan electronic money pada pembayaran tiket kereta? Mengapa para penumpang lebih senang untuk bertransaksi secara tunai.

Apakah karena masyarakat enggan untuk sekedar mengeluarkan uang sebesar RP25.000 untuk tiket berlangganan atau uang elektronik? Padahal di era modern uang sbesar Rp25.000 bisa dibilang tidak ada artinya, uang itu senilai seporsi makan siang berserta minumnya di Jakarta.

Memegang tiket berlangganan atau uang eletronik tentunya akan menghemat waktu mereka, kita tidak perlu berlama-lama untuk mengantri untuk membeli tiket, juga kita tidak perlu khawatir harus uang jaminan akan kartu tiket harian hanggus karena kita lupa menukarkan tiket kita. Jika masyarakat memegang uang elektronik, mereka dengan mudah mengisinya di ATM atau mesin EDC yang tersedia di tempat-tempat tertentu, prosesnya cepat dan tidak menghabiskan banyak waktu

Mungkin PT KAI butuh sebuah survei untuk mengetahui mengapa masih banyak penumpangnya yang tidak menggunakan tiket berlangganan atau kartu uang elektronik atau memang masyarakat kita sedang berusaha melepas rindu soal budaya mengantri di depan loket, sebuah budaya yang sudah lama hilang dalam kehidupan masyarakat di Indonesia.