Embers (2015)

Maybe, love is strongest intuition on the world

Bayangkan, ketika kau terbangun setiap harinya tetapi kau tidak dapat mengingat apa-apa. Ketika kau terbangun dipagi hari disebelah pasanganmu tetapi kau tidak dapat mengingat siapa dirinya. Bayangkan, ketika setiap harinya kau harus berupaya mengingat kembali setiap langkah yang harus kau ambil?

Epidemik saraf global menyebabkan rusaknya kemampuan manusia untuk mengingat sesuatu sehingga manusia hidup hanya berdasarkan kebutuhan dasarnya. Penyakit tersebut menyebabkan ‘kiamat’, kehidupan manusia kembali ke titik nol.

01
Iva Govheva (Girl) dan Jason Ritter (Guy) berperan sebagai sepasang kekasih yang harus berkenalan kembali setiap harinya

Penyakit tersebut tidak memusnahkan kehidupan manusia, banyak orang-orang yang bertahan hidup tanpa ingatan, mereka hanya bergerak terhadap intuisi bertahan hidup. Ketika mereka lapar dan haus, mereka mencari makan dan minum, ketika hujan turun mereka mencari tempat berteduh, ketika malam tiba mereka membuat api untuk menghangatkan badan mereka.

Ternyata tanpa ingatan, intuisi dasar manusia masih berfungsi dengan baik. Love, Desire serta curious tetap muncul dan menguasai hidup manusia.

Ketika kau berpikir bahwa film ini akan memiliki sebuah ujung cerita yang berakhir dengan happy ending, kau salah besar, karena film ini hanya berputar-putar para ‘proses’, bukan pada hasil akhir, bahkan dari sekian banyak karakter yang muncul, hanya satu karakter yang memiliki nama.

Kau akan diajak untuk menelusuri interaksi yang tulus antara orang-orang yang digerakan oleh intuisi bertahan hidup.

04
Silvan Friedman (Boy) selalu mengerakan intuisi manusia untuk melindungi anak-anak dari bahaya

Bagaimana seorang kekasih yang harus kembali berkenalan setiap harinya berinteraksi, bagaimana seorang anak kecil yang selalu  memunculkan intuisi untuk melindungi dan mengasihi setiap bertemu dengan orang. Bagaimana desire selalu muncul disetiap individu dan keinginan itu disalurkan.

Bagaimana keinginan untuk berkomunikasi dengan orang lain sebagai bentuk penjawatahan manusia tidak bisa hidup sendiri mendorong Miranda (Greta Fernández) untuk pergi meninggalkan bungker yang membuatnya terlindungi dari epidemik global tersebut.

02
Miranda berbincang dengan ayahnya. Setelah tinggal cukup lama di bungker, Mirand merasa frustasi dengan hidupnya, ia berkeinginan untuk keluar dari bungker dan bertemu dengan orang lain.

Bagi yang mencari film penuh makna, kalian bisa menontonnya, tetapi bagi kalian yang ingin film dalam kategori menyenangkan sebaiknya tidak usah memilih film ini karena akan membuat kalian bosan.

Selamat Menonton!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s