A Hologram for the King (2016)

“Love is everywhere, you can find a love in most unexpected Place, why? because love have not boundary”
Penulis

Keputusan untuk pergi ke Arab Saudi merupakan langkah terakhir dari Alan (Tom Hanks) untuk menyelamatkan perusahaannya, ia dijadwalkan secara langsung mempresentasikan teknologi perusahaannya di depan Raja Arab Saudi. Teknologi tersebut nantinya direncanakan dipasang di proyek properti milik raja di King’s Metropolis of Economy and Trade.

Kepergiaannya ke Arab Saudi bukannya tanpa masalah pribadi, ia bercerai dengan istrinya, anak perempuannya membutuhkan biaya untuk kuliah dan terpaksa bekerja untuk memenuhi  kebutuhannya, sampai disana rasa kesepian mulai menyerang dirinya, apalagi Alan tidak memiliki kenalan siapapun disana.

Bertemu sang raja bukanlah perkara mudah, karena ia sangat sibuk dan jadwalnya tidak bisa ditebak, wakil raja di proyek itu, Karim Al-Ahmed (Khalid Laith) pun sering kali tidak ada di tempat, hal ini menambah frustasi Alan, karena timnya tidak memiliki tempat untuk protes mengenai keterbatasan fasilitas yang mereka miliki.

Kesendirian memang musuh utama manusia, Alanpun mulai menemukan rekan barunya yang pertama adalah supir mobil sewanya, Yousef (Alexander Black), pemuda yang sedang dirundung masalah karena ia sedang dikejar-kejar oleh pria yang marah karena istrinya digoda olehnya.

03.
Alan dan Yousef

Alan juga berjumpa dengan Hanne (Sidse Babett Knudsen), seorang pegawai King’s Metropolis of Economy and Trade yang berasal dari Denmark, dari Hannelah Alan mendapatkan minuman keras  yang dilarang di Arab Saudi serta mendapatkan undangan untuk menghadiri pesta di sebuah kedutaan besar.

Cerita Alan tidak berhenti sampai disitu, ia sakit, konsultasi dengan dokter perempuan Arab Saudi bernama  Zahra (Sarita Choudhury), ternyata cerita mereka berdua tidak berhenti sampai disitu, mereka menjalin hubungan yang lebih jauh diantara mereka, melakukan hal-hal tabu di Arab Saudi.

—-

Film ini diangkat dari novel dengan judul yang sama karya Dave Eggers ini mengangkat latar belakang kehidupan masyarakat Saudi Arabia, sebuah negara yang dianggap oleh kebanyakan orang sebagai negara yang ultra-konservatif, hal ini tercermin dari beberapa kebijakan pemerintahnya mengenai larangan perempuan mengendarai kendaraan serta pemisahan antrian antara pria dan wanita.

04.
Zahra dan Alan di Villa Pribadi milik Zahra.

Tidak bijak kita menasbihkan bahwa apa yang digambarkan di film ini merupakan hal sehari-hari yang terjadi disana, tentunya ada sisi subjektivitas penulis cerita, tetapi kita juga tidak bisa mengemsampingkan bahwa hal tersebut bisa terepresentasikan dalam sebuah karya karena memang hal tersebut jamak ditemukan disana.

Saudi Arabia sedang berubah secara perlahan-lahan, dalam salah satu isu yang diterbitkan oleh Majalah National Geographic menyatakan negara sekarang mendorong kaum muda Saudi Arabia untuk berkuliah di negara-negara barat seperti Amerika Serikat dan Eropa, terima kasih kepada keuntungan yang didapatkan dari tingginya harga minyak mentah di dunia, saat itu.

Selain itu, negera juga mendorong untuk kaum pria pada umumnya serta perempuan pada khususnya bekerja walaupun banyak keterbatasan karena peraturan agama ketat yang diadopsi oleh pemerintah, untuk melancarkan hal tersebut, Pemerintah Saudi sedang melakukan “pembersihan” terhadap tenaga kerja asing di negaranya.

Film ini mengangkat tokoh Zahra yang merepresentasikan kaum perempuan minoritas di Arab Saudi. Ia perempuan, seorang dokter bedah yang bekerja di rumah sakit, menerima pasein laki-laki. Yousefpun digambarkan sangat terkejut dengan deskripsi dokter yang merawat Alan.

Walau Zahra baru muncul belakangan sosok inilah yang menjadi kunci penting cerita, ia memberikan dorongan, semangat, inspirasi untuk Alan. Youseflah yang membuka jalan bagi Alan untuk bertemu dengan Zahra, sebagai seorang supir, ia berusaha sekuat mungkin untuk memuaskan pengguna jasanya, ia mampu tampil sebagai pribadi yang ramah dan polos.

06.
Raja akhirnya datang untuk menyaksikan langsung teknologi hologram yang ditawarkan Alan.

Dilain pihak, berurusan dengan pihak kerajaan sangatlah sulit, berkali-kali janji dibatalkan karena Raja sedang mengurus agenda yang lebih penting. Asas “Asal Boss Senang” juga sepertinya berlaku disana, fasilitas yang dibutuhkan oleh Alan dan tim baru diberikan sehari menjelang kedatangan Raja, disaat protokoler mempersiapkan kedatangan raja.

Pembangunan infrastruktur di Arab Saudi memang begitu masif, tetapi ternyata menyimpan sebuah mimpi buruk yaitu tidak semua gedung tersebut terjual, masih banyak gedung-gedung yang kosong tanpa penghuni, hal itu juga yang terjadi di Tiongkok, tempat dimana pembangun gedung dan infrastruktur begitu masif tetapi tidak semua terbeli, banyak kota-kota mati disana.

Diluar masalah politik dan agama, kita bisa melihat bagaimana sosok Alan, seorang ayah yang memiliki mimpi menyekolahkan anaknya ke universitas bekerja begitu keras untuk memenuhi kebutuhan dananya. Kita juga melihat bagaimana Zahra, yang pastinya melalui beragam rintangan untuk menjadi seorang dokter bisa berpraktik di Arab Saudi.

Akhir kata, film ini mengisahkan perjuangan, perjuangan seorang manusia untuk membuat keturunan yang mereka hasilkan bahagia.

Selamat Menonton!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s