Catatan Si Pengguna Commuter Line (3) – Peraturan yang Terkadang Tidak Masuk Akal

Pernahkah kalian memerhatikan tanda larangan aktivitas di kereta api? Larangan tersebut dibuat sebagai upaya untuk meningkatkan rasa keamanan dan kenyamanan penumpang commuter line, tetapi tidak semua peraturan tersebut benar-benar masuk akal jika kita berpikir agak jauh.

Pelarangan makan dan minum di dalam gerbong kereta adalah hal yang aneh buat saya, disini PT KAI berlaku tidak adil, mengapa? Coba sesekali naik kereta jarak jauh/luar kota, belumlah lama kereta api meninggalkan stasiun keberangkatan, petugas kereta sudah keliling menawarkan makanan dan minuman kepada penumpang. Adilkah?

01. Larangan

Pastinya ada argumen yang muncul bahwa tidak adil membandingkan kedua layanan tersebut, karena jarak tempuh yang berbeda. Ya, memang betul bahwa jarak tempuh berbeda, tetapi pengelola commuter line harus sadar bahwa CL belum sebaik MRT di Singapura, sebuah layanan transportasi masal yang memberikan kepastiaan kapan rangkaian berangkat dan tiba di stasiun dengan jarak antara kereta dalam hitungan menit.

Apakah wajar, ketika kita tidak boleh makan dan minum ketika kita harus menghabiskan waktu lebih dari satu jam di kereta, belum lagi ketika AC kereta mati/panas. Argumen yang sama juga berlaku untuk larangan duduk di lantai gerbong, apalagi ketika kereta tidak bisa melanjutkan perjalanan karena adanya ganggunan sarana dan prasarana perkeretaapian.

Denda yang Tak Diperhitungkan

 Saya tidak tahu, mengapa variable “seseorang punya uang elektronik lebih dari satu” tidak dipertimbangkan dalam pembuatan logaritma tap-in dan tap-out tiket elektronik Commuter Line atau memang saya tidak tahu prosedur yang harus dilakukan ketika terjadi salah tap-out. Inilah pengalaman pribadi saya yang membuat saya bisa menullis pernyataan di atas.

Satu waktu, saya secara tidak sengaja salah menggunakan uang eletronik ketika tap-out, lalu ketika saya menggunakan uang elektronik tersebut, kartu tersebut tersimpan denda karena saya dianggap tidak melakukan tap-in. Loh kok begitu? Karena saya terburu-buru, akhirya saya relakanlah denda tersebut, dari pada saya terlambat.

02. Uang Elektronk \

Saya mencoba melaporkan pengalaman yang saya alami lewat situs resmi KAI dan email KAI, tetapi tidak ada follow-up dari pihak KAI mengenai hal tersebut.

Memang saya salah karena saya salah menggunakan uang eletronik, tetapi pengenaan dendam sebesar itu, tidaklah adil buat saya (dan mungkin ada beberapa orang yang perah mengalami kejadian serupa).

Tapi, sekali lagi, itulah Commuter Line yang saya naiki setiap hari. Sebuah perusahaan yang sedang menikmati masa-masa tumbuh berkembang, salah itu sebuah proses, wajar, tetapi mereka harus belajar dari setiap kesalahan yang mereka buat.

Ditulis dari pengguna commuter line Bekasi- Jakarta

Advertisements

2 thoughts on “Catatan Si Pengguna Commuter Line (3) – Peraturan yang Terkadang Tidak Masuk Akal

    • Kemungkinan seperti itu :(.

      Dan dengan mudahnya petugas jaga karcis bilang, “Mas buat jajan aja ya…”, tidak berusaha menginvestigasi mengapa bisa ada denda sebesar itu.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s