In Your Eyes (2014)

Peringatan: Artikel kemungkinan besar mengandung spoiler

“Love is crazy, or maybe love is always crazy”

in-your-eyes-poster

Telepati, coba kau bayangkan bagaimana jika “Tuhan” mengkhendaki dirimu untuk bisa
bertelepati dengan seseorang yangsama sekali tidak kau kenal, keadaan dimana kau tiba-tiba bisa merasakan apa yang orang lain rasakan, kamu bisa mencium, merasakan, melihat, mendengarnya, tiba-tiba kau terhubung dengan seseorang secara intim.

Kondisi itulah yang dialami oleh Rebecca Potter (Zoe Kazan) dan Dylan Kershaw (Michael Stahl-David), kondisi itu muncul pertama kali muncul ketika mereka masih kecil, dan kondisi tersebut kembali muncul ketika mereka dewasa.

Rebecca Potter digambarkan sebagai sosok wanita yang tumbuh besar dibalik ketakutan akan figur ayahnya,ia dibesarkan dengan keadaaan dimana ayahnya selalu mampu ‘membereskan’ semua masalah yang ada.

hal itulah yang membuatnya dia bertemu dan menikah dengan Philip Potter (Mark Feuerstein), seorang dokter peneliti ambisius yang sedang dalam masa pengumpulan dana untuk proyek penelitian besarnya.

Sementara itu, Dylan, seorang pemuda yang sedang dalam masa percobaan akibat kasus pencurian, tengah berjuang untuk menyusun kembali kehidupannya saat hubungan telepati itu kembali muncul.

Awalnya, Rebecca khawatir bahwa suara dan penghilatan yang ia rasakan itu adalah halusinasi yang dia alami, apalagi dirinya pernah masuk ke panti rehabilitasi karena depresi yang ia alami. Lain halnya dengan Dylan, ia menanggapinya keajaiban itu dengan santai, ia hanya sedikit terkejut.

Setelah Rebecca memastikan bahwa apa yang ia rasakan dan dengar merupakan hal nyata, komunikasi mereka berdua berjalan dengan intensif. Hubungan keduanya menjadi dekat, setiap hari mereka saling bertukar cerita mengenai kehidupan, saling bertukar saran, Rebecca bahkan membantu Dylan untuk merancang kencan dengan wanita, walaupun pada akhirnya rencana itu berakhir dengan buruk.

Disisi lain tampak bahwa pernikahan antara Rebecca dan Philip tidak terlalu hangat, Rebecca yang menjadi seorang ibu rumah tangga tampak bosan dan mulai tidak menikmati hubungan mereka, kesan ‘dingin’ begitu tampak dari komunikasi-komunikasi yang mereka jalin. Philip pun sering kali hanya memposisikan Rebecca sebagai bidak pelengkap dalam acara-acara makan malam pengumpulan dana untuk penelitiannya.

—-

Cinta memang gila, cinta memang sudah sepatutnya gila, dan film ini juga menunjukan kegilaan orang yang jatuh cinta. Bagaimana seeorang yang baru saja kau temui dan akrab atas bantuan ‘humor kosmos’ bisa menggantikan posisi seseorang yang pernah rela menemani seseorang di panti rehabilitasi selama tiga bulan.

in-your-eyes-psych
Michael Stahl-David(Dylan Kershaw) dan Zoe Kazan (Rebecca Poter)

Walaupun begitu, kegilaan cinta ini cukup berdasar, bagaimana kebutuhan dasar manusia untuk dihargai dan didengarkan merupakan sebuah kunci untuk mempertahankan hubungan. Kebutuhan itu sepertinya tidak terpenuhi dengan baik, sehingga wajar ketika pada akhirnya mencari pelampiasan.

Terlepas dari ketidak logisan beberapa hal dalam cerita ini, film ini menyajikan cerita yang hangat mengenai hubungan dua orang yang sedang jatuh cinta.

Advertisements

One thought on “In Your Eyes (2014)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s