Pada Dasarnya, Manusia Memang tak Pernah Puas!

Pada dasarnya manusia adalah mahluk yang tidak akan pernah merasa mudah puas, manusia selalu ingin mendapatkan lebih, dalam apapun, termasuk dalam harta, kekuasaan dan lain-lain. Pada dasarnya manusia memang mahluk yang serakah.

Hal itu juga berlaku dalam suatu hubungan percintaan, tidak jarang kita mendengar bahwa seseorang yang sudah berpasangan masih saja melirik orang lain. Istilahnya ‘rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau’. Mengapa begitu?

Pertama-tama kita harus mengakui bahwa setiap manusia memiliki kriteria ideal mengenai pasangannya, baik dalam hal fisik maupun non-fisik. Mungkin ada orang yang menyukai pasangannya yang bertubuh ideal, atau bahkan ada yang suka dengan pasangannya yang agak gempal. Ada juga orang-orang yang tertarik dengan sisi humoris seseorang, tetapi ada juga orang-orang yang merasa senang dengan pasangannya yang sedikit pemalu dan geek.

Itulah manusia, penuh dengan variabel yang membuatnya unik.

Tidak semua orang berkesempatan untuk mendapatkan pasangan yang ideal untuk mereka. Pada akhirnya ia akan berkompromi dengan dirinya sendiri mengenai pasangannya. ‘Tak apalah dia tak bertubuh ideal, tetapi ia pintar dan memiliki selera humor yang baik’, atau ‘Aku bersyukur mendapatkan seseorang dengan tubuh ideal, walaupun ia agak kurang cerdas’. Itu semua pilihanmu.

Menurut penulis, itulah faktor utama seseorang masih melirik kanan-kiri walau sudah memiliki pasangannya. Apakah hal ini salah? Bisa iya dan bisa tidak.

Salah ketika kau memang akhirnya membiarkan ‘keserahkahanmu’ menuntunmu untuk ‘bermain api’ dengan seseorang yang kau anggap lebih menarik, karena itu akan mengkhianati pasanganmu.

Tidak, karena itu sebuah naluri alam bawah sadar seorang manusia, dan setiap pasangan harus mengerti bahwa memang tidak semua ‘desire‘ pasangan mereka dapat mereka penuhi. Hal yang paling terpenting bahwa setiap pasangan menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna dan kalian bersama untuk menemukan kesempurnaannya tersebut.

Seperti itulah konsep pemikiran yang penulis tawarkan kepada para pembaca. Sebuah ‘ide’ penerimaan mengenai hal yang mendasar dari sifat manusia.

couple-sunset-silhouette-caribbean-beach-wedding

Untuk selanjutnya mari kita masuk ke dalam masalah teknis, mengapa manusia mudah tegoda ‘rumput tetangga’?

Satu hal yang penulis alami adalah ketika kita mempunyai pasangan, keinginan diri sendiri untuk ‘merawat’ dan ‘menjaga’ diri menjadi berkurang, karena kita merasa dalam zona aman bahwa pasangan kita akan menerima kita apa adanya.

Jangan lupa, suka tidak suka, fisik merupakan satu hal yang membuat pasanganmu tertarik. Jangan mudah percaya kalimat “Don’t Judge Book by the Cover” karena cover buku yang tidak menarik juga tidak akan mendatangkan ‘pembeli’.

Mungkin, rasa tidak sadar ada kekhawatiran dari dirimu, ketika kau tiba-tiba menjadi individu yang ‘merawat’ dan ‘menjaga’ diri, kamu takut pasanganmu curiga bahwa dirimu  sedang ‘bermain sesuatu’ diluar dirinya.

Singkirkan semua ketakutan itu, karena ‘merawat’ dan ‘menjaga’ diri merupakan salah satu bentuk penghargaan kita terhadap pasangan. Buatlah pasangan selalu merasa bangga dengan ‘diri kita’, buktikan bahwa pasangan kita tidak salah memilih.

Sebagai contoh, jika merasa badan kurang sehat, lakukanlah aktivitas untuk menyehatkan badan, jika merasa hidupmu datar-datar saja, lakukanlah sedikit perubahan yang akan membuat hidupmu menjadi
lebih berwarna.

Ego manusia bukanlah sesuatu yang tidak bisa dikendalikan, dengan cara yang tepat kita pasti bisa menekan ego tersebut atau bahkan mengendalikannya.

Ego manusia bisa membuat seseorang berpikir bahwa jika dirinya bisa menaklukan satu orang, mengapa aku tidak bisa menaklukan orang lain?

Pertanyaannya sekarang adalah, mengapa ego jenis ini muncul? menurut penulis hal ini dikarenakan setiap manusia senang untuk ditantang, karena tantangan merupakan sebuah cara mudah membuktikan bahwa dirinya masih bertaji, dirinya masih memiliki kekuataan untuk menaklukan orang lain.

Memang bukan perkara mudah untuk terus ‘menantang’ seseorang yang sudah menjadi pasanganmu, ketika kau masih dalam masa ‘PDKT’ kau dengan mudah menantang dia dengan beragam cara untuk mendapatkanmu.

Lantas ketika sudah menjadi pasangan, apa yang harus kau lakukan? Tantangan dia untuk melewati batas-batas dirinya, temani dia untuk meraih berbagai hal baru ataupun kegiataan baru yang dia sukai.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s