Self/less (2015)

Ide mengenai keabadian dalam hidup memang selalu menarik untuk ditelusuri.Pernahkah kau berpikir untuk hidup untuk selamanya, pernahkah kau berpikir bahwa tubuhmu itu hanya sebuah ‘kendaraan’ yang bisa diganti kapanpun kau membutuhkanya.

selfless-poster

Film ini dibintangi oleh Ryan Reynolds (Young Damian), Ben Kingsley (Damian), Matthew Goode (Albright) serta Natalie Martinez (Madaline). Cerita ini diawali dengan kisah bahwa Damian yang sekarat karena kanker kemudian ia disarankan untuk menghubungi Albright guna berkonsultasi mengenai penyakitnya.

Albright menawarkan Damian jalan keluar bagi penyakitnya, yaitu memindahkan ‘kesadaran’ Damian ke tubuh baru, sebuah tubuh yang menurut pengakuan Albright merupakan tubuh yang dikembangkan di laboratorium.

Ceritapun terus berkembang dan Damian menyadari bahwa tubuh yang ia gunakan sekarang bukanlah tubuh manusia yang dibuat di dalam lab, tetapi tubuh orang lain yang pernah hidup. Pergolakan batin dialami Damian, apa yang harus ia lakukan dengan tubuh barunya ini.

Ide mengenai keabadian memang sangat menarik untuk dieksporlasi dalam cerita science-fiction. Seseorang dengan ambisi, ego dan pemikiran yang kuat tentunya berharap ia bisa terus hidup di dunia ini, untuk bisa menikmati apa yang mereka hasilkan, bisa terus menjaga ‘ego’ mereka, ketertarikan mereka pada suatu hal tertentu.

Bisakah seseorang hidup dan bertahan dalam tubuh orang lain? Apa yang kau rasakan ketika suatu pagi kau bangun dan melihat dikaca bahwa wajah yang sudah menemani dirimu selama sekian lama telah berubah menjadi wajah orang lain? Sanggupkah seseorang menghadapi hal tersebut?

Pergolakan batin pasti akan terjadi, kau akan mulai bertanya-tanya ‘siapa dirimu’?, apakah keputusan ini tepat? Bukankah hal ini melawan hukum alam?

Pertanyaan-pertanyaan seperti itu pastinya akan kau tanyakan.

Hukum alam menyatakan bahwa setiap kehidupan akan selalu diiringi oleh kematian, setiap pertemuan pasti akan punya perpisahan, setiap kegelapan pasti akan ada cahaya yang menerangi. Hukum alam menciptakan sesuatu secara berpasang-pasangan.

Tubuh manusia memiliki masa kadaluwarsa, dimana pada akhirnya tubuh seseorang akan melemah dan mati.

Ada yang percaya hidup hanya satu kali di dunia ini dan mereka akan kembali kepada Tuhan setelah kehidupan mereka berakhir menunggu waktu pembalasan dari Tuhan berkaitan tentang amal perbuataannya saat di dunia dan kembali kepada keabadian.

Ada pula yang percaya bahwa mereka akan kembali lagi ke dunia ini, untuk menyelesaikan tugas mereka yang belum selesai, menikmati karma baik dan menjalankan karma buruk mereka, dan setelah semua itu selesai mereka akan kembali kepada keabadian.

Film ini cukup menarik untuk ditonton, untuk penulis film ini memberikan sebuah ‘ide’ menarik mengenai hidup-mati seseorang.

Selamat menonton

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s