IDE untuk CL yang Lebih Baik

Peringatan:
“Tulisan ini hanya berisi keluh kesah dan pendapat dari seorang penggunaan transportasi publik yang berharap transportasi publik di Jakarta bisa segera mengejar ketertinggalannya dengan transportasi publik di Ibu Kota-Ibu Kota negara lainnya “

Setiap hari, saya mengandalkan CL sebagai transportasi saya untuk berangkat dan pulang kerja. Saya sungguh sangat menikmati manfaat dari keberadaan CL, dengan biaya yang sangat murah untuk ukuran Ibu Kota saya dapat PP Jakarta-Bekasi.

Salah satu kebijakan yang membuat saya terkejut adalah dihapuskannya fasilitas free-tapout dikarenakan adanya beberapa oknum yang memanfaatkan fasilitas ini untuk naik kereta secara gratis. Sayangnya keputusan ini kurang tepat, karena secara tidak langsung menghukum semua pihak pengguna CL.

Solusi yang seharusnya dilakukan pihak manajemen CL adalah menciptakan sebuah prosedur yang bisa mengidentifikasi pola-pola keanehan dari tapping out tiket, harus ada prosedur yang mampu mendeteksi mengapa ada seseorang yang mengklaim sebuah kartu yang sudah di tape-out berjam-jam yang lalu. Jika manajemen CL mampu melakukan hal itu, fasilitas free-out masih akan dinikmati.

Jika kita berbicara soal ketidakadilan mengenai penghapusan peraturan ini, bagaimana jika ada seseorang calon penumpang yang sudah masuk ke dalam stasiun tetapi ia tidak jadi menggunakan jasa CL. Apakah adil baginya untuk dikenai tarif harga terendah dari untuk jarak yang tidak mereka tempuh sama sekali.

Masalah Lainnya
Kemudahan akses ke dan dari stasiun adalah salah satu cara untuk menarik minat masyarakat menggunakan transportasi publik, tetapi apakah hal itu sudah hadir di stasiun-stasiun kereta di Jakarta? rasanya belum semua.

Coba kita ambil contoh, yaitu Stasiun Klender, Jakarta Timur. Akses menuju stasiun hanya disediakan dari sisi Jln. Bekasi Timur, tidak ada akses yang disediakan dari sisi Jln. I Gusti Ngurah Rai. Entah apa yang menjadi pertimbangan pihak pengelola stasiun ketika menutup akses dari sisi Jln. I Gusti Ngurah Rai.

Cita-cita luruh yang didendangkan Pemerintah Provinsi Jakarta adalah tersediannya transportasi publik yang memadai, tetapi sampai sekarang penulis tidak pernah melihat contoh nyata adanya intergrasi yang baik antara TransJakarta dengan Commuter Line.

Pada awalnya, penulis berharap ketika Terminal Manggarai direnovasi akan ada sebuah jembatan penyebarangan yang akan menjembatani pengguna transportas publik langsung menuju ke dalam Stasiun Manggarai, ternyata mimpi tersebut hanyalah mimpi belaka.

Menunggu yang Melelahkan
Salah satu fasilitas yang sulit ditemui adalah bangku/kursi di stasiun. Sangat melelahkan ketika harus menunggu kereta berlama-lama dengan berdiri.

Tidak masalah ketika bangku di area stasiun sedikit jika kereta CL bisa datang konsisten setiap lima menit sekali, tetapi kenyataannya tidak seperti itu bukan? Apalagi ketika adanya gangguan.

Para pengguna CL masih harus menunggu lama untuk menikmati kereta dengan jadwalkan kedatangan lima menit sekali, dua penyebab dominam menurut penulis adalah masih banyak perlintasan sebidang di Jakarta serta masih menjadi satunya perlintasan antara kereta dalam kota dan kereta luar kota.
Waktu tunggu juga bisa dikurangi dengan cara memperbaiki waktu taping saat keluar/masuk stasiun, saat ini kira-kira masih dibutuhan waktu sekitar tiga sampai lima detik untuk membaca waktu, bayangkan berapa banyak waktu yang bisa dihemat ketika pembacaan kartu bisa menyentuh waktu satu sampai dua detik!

Solusi Sementara
Sembari menata berbagai masalah besar tersebut, ada baiknya manajemen CL fokus kepada pembenahan layanan kenyamanan untuk para penumpang. Tambah fasilitas duduk di stasiun, temukan solusi untuk menambah waktu pembacaan kartu, berlakukan sistem ATM kartu untuk mempermudah penjualan/pengembalian kartu.

Jika penambahan jadwal perjalanan kereta belum memungkinkan, percepat penggunaan kereta dengan 12 gerbong dalam satu rangkaian untuk perjalanan dari/menuju kota selain Bogor.

Mulailah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan setempat untuk mencari solusi bagi intergrasi angkutan umum.

Semoga dengan hal-hal tersebut, transportasi umum di Jakarta dan daerah sekitarnya bisa lebih baik.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s